Selasa, 21 Juni 2016

Travelling ke Green Canyon dan Pantai Pangandaran (Pangandaran Beach)

Afternoon everyone J
Today  i would like to share my trip to Pangandaran. Do u know Pangandaran? Yass, it’s beach, Pangandaran Beach.

I was really excited to know that if America has Grand Canyon and Indonesia has Green Canyon (it is how they call it). Actually they call it Green Canyon because it is almost similar to Grand Canyon. I really wanted to go there since i was in 4th semester and i could really go there in the end of 7th semester. 

Sabtu, 18 Juni 2016

Memecah Puasa

Pecahkan saja puasanya, dengan ramai....
Yuhuuu ngga tau kenapa milih jargon itu, kayanya saya akhir-akhir ini lagi akrab sama yang "pecah-pecah", sama yang "hancur-hancur", hahaha.
Oke, back to the topic, ini postingan pertama saya setelah amat sangat lama *versisaya* engga nulis di blog. Terakhir di update itu setahun lalu, 2015. Kangen ngga, nulis di blog? KANGEN BANGET!
Tapi saya bukan tipe orang yang kangenan sih, jadi diganti aja, lebih tepatnya bukan kangen. Kasian aja gitu blog nya udah setahun ga diapa-apain.
Aku aja kesel kalo ngga diapa-apain kamu... (re: dianggurin, didiemin, dicuekin, delele. Wakak)

Mulai dari sekarang insyaAllah saya akan konsisten dan istiqomah "ngapa-ngapain" si blog ini :D

Well, ini cerita tentang perjalanan saya bersama teman-teman FLPC dalam acara buka bersama (apanya yang dibuka?), oke saya ralat, buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang diadakan oleh FLP Wilayah Jakarta Raya.
Kalau teman-teman ada yang belum tau FLP itu apa, saya jelaskan terlebih dahulu. FLP itu adalah organisasi kepenulisan dengan kepanjangan nama Forum Lingkar Pena. Alhamdulillah saya sekarang bergabung dengan FLP cabang Ciputat (FLPC).

Sabtu, 18 Juni 2016, Saya dan ketua FLP Ciputat memenuhi undangan FLP Wilayah Jakarta Raya dalam acara Buka bersama dan santunan anak yatim. Senior FLP Ciputat, Alma Syaluna, yang ditemani suami pun turut hadir dalam acara ini. Rombongan FLP Ciputat sampai di sekretariat FLP wilayah tepat 15 menit sebelum berbuka puasa. Agenda yang tengah berlangsung saat itu ialah santunan anak yatim.
            Beberapa anak yatim yang sudah berkumpul diberikan santunan, RT setempat juga terlihat hadir dalam acara yang berlangsung dua hari ini. Sambil menunggu waktu berbuka tiba, perwakilan dari FLP Wilayah memberikan tausiah mengenai berbakti pada orang tua. Tampak senyum yang tersungging dari anak-anak itu kala pemberi tausiah mengajak mereka bercanda.
            Acara tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan FLP Cabang, yakni FLP Ciputat, FLP Bogor, FLP Bekasi, dan FLP Jakarta. Perwakilan FLP Ciputat yaitu dua orang pengurus dan 2 orang senior. Sedangkn anggota yang mewakili FLP cabang lainnya cukup banyak.
            Agenda setelah buka puasa bersama dan santunan adalah penyampaian materi “membumikan sastra Qur’ani”. Sebelum masuk kepada pemberian materi, seluruh peserta undangan dipersilahkan shalat terlebih dahulu. Setelah peserta selesai melakukan ibadah shalat maghrib, shalat isya’ dan shalat tarawih, barulah acara dimulai.
            Membumikan sastra Qur’ani, materi yang akan dishare dan didiskusikan malam ini. Sekilas pasti terbesit dalam benak semua peserta. Sastra Qur’ani, apa bedanya dengan sastra yang lain? Ada berapa jenis sastra? Sama seperti Sastra Islami, yang menyampaikan nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kebaikan dalam isinya, sastra Qur’ani juga merupakan sastra yang mengandung atau menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Sebagai seorang penyair atau pembuat karya, maka yang menjadi pr besar untuk membumikan sastra Qur’ani ialah penulis harus faham akan nilai-nilai yang ada dalam kandungan Al-Qur’an dan mengemasnya menajdi tulisan yang tidak secara harfiah memindahkan arti dari ayat-ayat al-Qur’an tersebut.
            Waaah udah mulai berat nih, sekarang kita pake bahasa santai aja yaah, udah berasa buat report nih saya padahal cuma cerita aja. Jadi, sebagai penulis, kita harus pintar membuat karya yang mengandung nilai-nilai Qur’ani. Tetapi tidak juga kita copy paste arti dan ayat al-Qur’an secara gamblang (meskipun itu tidak dilarang). Emm, sebagai contoh gini deh…
            Misalkan ada sebuah cerita mengenai hutan larangan. Penulis membuat cerita sedemikian rupa sehingga karena hutan tersebut merupakan hutan larangan, maka tidak dibuka untuk umum apalagi warga dengan semena-mena menebang pohon-pohon di hutan. Sekilas mungkin terlihat ini adalah cerita horor atau mistis, tetapi kita tilik nilai yang hendak ditanamkan oleh penulis, yakni nilai atau kandungan ekologis. Bahwa hutan sebagai pemasok oksigen dan sebagai sirkulasi air, yang menjadi tanggul “banjir” ketika hujan lebat menyergap. Kesan hutan larangan ini yang membuat persepsi warga, masyarakat atau orang-orang untuk tidak mengganggu hutan.
Menurut saya, ini sangat cerdas. Waaah, diskusi malam itu menyenangkan, meskipun saya tidak banyak bicara dan hanya mencatat materi yang disampaikan Mas Sudiyanto, Ketua FLP Wilayah Jakarta Raya. Dan inilah pr kami sebagai penulis
            Acara buka bersama ini sangat menyenangkan, saya ketemu lagi dengan kaka-kaka ketjeh dari Bogor. Ahhh, long time no see ternyata mereka masih ingat dan nambah satu orang cewe chantique lagi yang dateng. They’re such kind and friendly. Bisa aja gituh langsung akrab baru sekali jumpaaaa.
            Waitin’ for the next meeting you kaka-kaka….

Segini aja deh ceritanya, kalo diceritain sampe abis ntar saya ketauan nakalnya :D